Bulan terus berganti dalam kegersangan hati yang
kian menumpuk diantara masyarakat. Begitu banyak masalah dengan gejolak tipuan
dan fitnah yang tiada henti, yang merusak hati dan memberikan dampak buruk pada
generasi muda yang baru saja belajar untuk mengepakkan sayapnya dalam melayari
hidup yang keras dalam persaingan nafsu yang ingin menguasai dunia ini.
Alhamdulillah ... mudah2an kegersangan duniawi
ini menjadi sedikit tenang dan nyaman dengan hembusan kemuliaan bulan yang suci
ini yaitu Ramadhan yang kian dekat menghampiri kita di tahun yang penuh kisruh
ini. Ramadhan, dimana perintah Puasa diberikan kepada setiap hamba yang
beriman, merupakan penyejuk jiwa dalam rangka membersihkan hati dan diri dari
nafsu dunia yang kian kuat mengekang diri setiap hamba yang membiarkan dirinya
larut dengan hiruk pikuk kehidupan yang seolah olah lebih penting daripada
kehidupan akhirat.
Puasa yang merupakan kewajiban bagi kita untuk
dilaksanakan dibulan penuh rahmat ini, sesungguhnya mengajarkan manusia untuk
lebih bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Karena selain menahan lapar dan
haus, Puasa juga mengajarkan manusia untuk bersabar dalam mengekang hawa
nafsunya.
(Beberapa hari yang ditentukan itu
ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di
antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia
berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya
itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah 2 : 185)
Meskipun Puasa yang diwajibkan dibulan Ramadhan
ini hanya dijalankan selama kurang lebih sebulan saja, namun berkah yang
diberikan Allah kepada manusia yang menjalankan ibadah Puasa ini tidak dapat
dinilai, karena begitu banyak kebaikan yang diberikan Allah kepada ummat yang
melaksanakannya.
Bahkan perintah puasa yang diberikan Allah
melalui firmanNya dalam Al Qur'an dimulai dengan kata kata penuh Rahman agar
manusia melaksanakan puasa itu dengan taat.
Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa (QS Al Baqarah 2 : 183)
Puasa merupakan berkah yang Allah berikan kepada
siapa saja yang mau patuh dan ta'at atas perintahNya, demi kepentingan manusia
itu sendiri, yaitu untuk menjadi manusia yang bertakwa.
“Diriwayatkan dari Sahl bin
Saad ra katanya : Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya
di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa
akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk
seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang
berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah
orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada
lagi orang lain yang akan memasukinya” (Bukhari-Muslim)
Puasa membuat manusia menjadi lebih tenang dan
sabar dalam menjalani kehidupan, sehingga tidak dikuasai oleh emosi dan keegoan
diri yang selama ini mengungkung manusia dalam keindividualan yang tak mau tahu
dengan kesusahan orang lain. Kesibukan dalam memikirkan diri sendiri ini
menyebabkan kita menjadi kurang peka terhadap penderitaan orang lain serta
kadang kadang membuat kesombongan diri muncul kepermukaan karena terlena oleh
nikmat hidup yang dijalani selama ini, sehingga terlupa bahwa kehidupan didunia
ini hanyalah sementara saja.
“Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra katanya : Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : Apabila
seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara
tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak
berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku
berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” (Bukhari-Muslim)
Puasa membuat kita mampu menjaga lidah agar tidak
menyakiti saudara muslim kita lainnya, karena tentu saja kita tidak mau puasa
kita menjadi sia sia saja, karena hanya memperoleh rasa lapar dan haus saja.
Karena itu jika kita berpuasa, tapi kita berkata dusta atau menyakiti orang
lain, maka sia-sialah puasa kita.
“Dari Abu Hurairah ra :
katanya Rasulullahshalallahu 'alaihi wasallam berabda : “Barang siapa
tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka
Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum” (Bukhari)
Bahkan lailatur Qadar hanya terjadi dibulan
Ramadhan saja, dimana Rasulullah memberikan petunjuk waktu
malam Lailatul Qadar itu terjadi 7 hari malam terakhir Ramadhan atau dimalam
27.
Dari Ibnu Umar ra bahwa beberapa
shahabat Nabi shalallahu 'alaihi wasallam melihat lailatul qadr dalam mimpi
tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada
tujuh malam terakhir.” (Muttafaq Alaihi)
Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan ra
bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang lailatul qadar : “Malam
dua puluh tujuh.” (Abu Daud)
Dan Ramdhan merupakan bulan yang memberikan
kesempatan kepada orang orang yang beriman untuk mengumpulkan pahala sebanyak
banyaknya dengan ibadah sunnah yang hanya boleh dilakukan dibulan Ramadhan
saja, seperti shalat Tarawih dan berdo'a diwaktu malam Lailatur Qadar. Selain
itu Allah menyempurnakan kesucian Ramadhan dengan menurunkan Al Qur'an kepada
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pada 17 Ramadhan.
Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya:
Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa
yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda : “bacalah : Allahumma
innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu 'anni yang artinya Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah
aku.” (Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud).
Nabi biasa melakukan shalat sunnat
malam (Tarawih) pada bulan Ramadhan : Abu Hurairah ra mengatakan bahwa
Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam)
Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya
yang telah lampau.” (HR Bukhari)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tuliskan komentar anda di sini, mohon saran dan kritiknya juga